Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

30 January 2016

Jalak Harupat: Proyek Kolaborasi Rai Raka Store vs Bung

Jalak Harupat adalah sebutan untuk ayam jantan dalam bahasa Sunda. Dalam konteks sejarah nasional, Jalak Harupat merupakan julukan untuk pahlawan nasional, Oto Iskandar di Nata. Julukan inilah yang dipakai untuk menamai proyek kolaborasi antara Rai Raka Store dengan Bung.

Julukan si Jalak Harupat untuk Oto menggambarkan sifat pria ini yang seperti ayam jantan, kuat dan berani. Semasa hidupnya, ia dikenal berani dalam memperjuangkan hak-hak rakyat, ketika Indonesia masih mengalami penjajahan Belanda.

Pria kelahiran Bojongsoang ini merupakan aktor penting pergerakan nasional ketika era penjajahan Belanda masih berlangsung.

01 November 2015

Bung di Jakarta Pusat

Bung menambah perwakilannya di wilayah Jabodetabek, kali ini di wilayah Jakarta Pusat. Kepastian ini terjadi setelah kami menjalin kerjasama dengan Naufal Hammada, selaku reseller resmi Bung di wilayah tersebut.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Naufal yang telah bersedia menjadi reseller kami, sekaligus menjadi bagian dari keluarga besar Bung.

Kami berharap kehadiran reseller resmi kami di wilayah Jakarta Pusat, akan semakin memudahkan para pencinta pomade untuk mendapatkan produk dan informasi terkait Bung. Selain itu kami juga mengharapkan saran dan kritik dari para pelanggan.

Semoga kehadiran Bung ikut mewarnai perkembangan dunia pomade di wilayah Jakarta Pusat.

27 October 2015

#lawanasap

Bencana kabut asap yang melanda sebagian wilayah Indonesia belum juga bisa diatasi. Kejadian yang disebabkan oleh tangan-tangan biadab ini tak cuma mengancam kesehatan masyarakat di Kalimantan dan Sumatera, tapi juga seluruh wilayah Indonesia dan negara sekitarnya.

Untuk itu Bung tergerak untuk berpartisipasi untuk membantu para korban yang terpapar bencana kabut asap, lewat gerakan #lawanasap. Yang kami lakukan dengan #lawanasap adalah menyumbangkan Rp. 5.000 dari setiap penjualan produk Bung.

Gerakan #lawanasap ini kami lakukan sejak tanggal 22 Oktober lalu, sampai batas waktu yang belum ditentukan. Semua dana yang terkumpul akan kami salurkan kepada para relawan atau lembaga terpercaya, yang turun langsung ke daerah bencana untuk membantu para korban.

Dengan ini kami juga mengimbau kepada semua teman Bung untuk melakukan bermacam upaya yang bisa dilakukan untuk ikut menyumbangkan manfaat kepada para korban. Tak peduli bagaimana bentuknya, tak penting besar atau kecilnya, segala perbuatan baik akan bernilai sangat penting pada saat ini.

Ayo, #lawanasap.

Bung di Yogyakarta

Bung terus melebarkan jangkauan distribusi produknya dengan menambah daftar reseller baru. Kali ini Bung memastikan diri untuk hadir di Daerah Istimewa Yogyakarta, atau akrab disebut Jogja. Di kota penuh sejarah ini, kami bekerjasama dengan Rockadiningrat, selaku reseller resmi kami di Jogja.

Rockadiningrat sendiri telah dikenal luas di Jogja, sebagai salah satu pemasok produk-produk pomade berkualitas. Selain bergerak di dunia online, Rockadiningrat juga memiliki toko offline yang beralamat di Jln. Imogiri Timur, No. 160, Kel. Giwangan, Kec. Umbulharjo, Yogyakarta.

Kami berterima kasih kepada pihak Rockadiningrat yang telah bersedia menjadi salah satu reseller produk-produk kami, sekaligus menjadi bagian dari keluarga besar kami.

Semoga kehadiran Bung di Jogja dapat diterima dengan baik. Lebih dari itu, kami berharap produk-produk Bung bisa mewarnai perkembangan dunia pomade di Jogja.

13 October 2015

Bung di Tarakan

Bung secara resmi kini genap hadir di 20 kota di Indonesia. Kota terbaru yang memastikan diri menjadi bagian dari jejaring distribusi produk-produk kami adalah kota yang tengah giat membangun infrastrukturnya, Tarakan, Kalimantan Utara.

Kepastian hadirnya Bung di Tarakan terjadi setelah tercapai kerjasama dengan EJ33_Pomade Shop, sebuah toko pomade online terkenal di wilayah setempat.

Kami berterima kasih kepada Muhammad Zaenal yang telah bersedia bekerja sama sekaligus menjadi bagian dalam keluarga besar Bung.

Kami berharap kedatangan Bung di Tarakan mendapat sambutan hangat dari greaser setempat. Semoga produk kami bisa menjadi bagian dari sejarah perkembangan dunia pomade di kota tersebut.

Bung di Banjarmasin

Dengan gembira kami ingin memberitahukan bahwa produk-produk Bung dipastikan hadir di Kalimantan Selatan, tepatnya di kota Banjarmasin. Berita ini akan makin memperpanjang rantai distribusi produk-produk Bung di Indonesia.

Kepastian hadirnya Bung di Banjarmasin terjadi setelah tercapai kerjasama dengan Deadman Merch, sebuah toko online penjual pomade terkemuka di wilayah setempat.

Kami menyampaikan terima kasih kepada Aditya Setiawan yang telah bersedia bekerja sama dan menjadi bagian dalam keluarga besar Bung,

Kami berharap kedatangan Bung di Banjarmasin akan mendapat sambutan hangat dari greaser setempat. Semoga produk kami bisa menjadi bagian dari sejarah perkembangan dunia pomade di wilayah setempat.

Bung di Cirebon

Bung terus meluaskan jaringannya di wilayah Jawa Barat. Kota terbaru yang memastikan diri menjadi bagian dari jejaring distribusi produk-produk kami adalah Cirebon.

Kepastian hadirnya Bung di Padang terjadi setelah tercapai kerjasama dengan Talenta Pomade & Men's Grooming, toko online penjual berbagai kebutuhan men's grooming terkenal di Cirebon.

Kami berterima kasih kepada Ivan Susanto yang telah bersedia bekerja sama, sekaligus menjadi bagian dalam keluarga besar Bung.

Kami berharap kedatangan Bung di Cirebon mendapat sambutan hangat dari greaser setempat. Semoga produk kami bisa menjadi bagian dari sejarah perkembangan dunia pomade di kota tersebut.

Bung di Bogor

Pomade Bung terus meluaskan jaringannya di berbagai daerah di Indonesia. Kali ini kami memastikan diri hadir di kota Bogor. Di wilayah ini Bung secara resmi disalurkan oleh Gembel Cell.

Kami berterima kasih kepada Fahmi Yazid selaku pemilik Gembel Cell yang telah bersedia menjadi bagian dari keluarga besar Bung.

Kami berharap kerjasama ini bisa memudahkan para greaser di Jawa Barat pada umumnya, dan Bogor khususnya, untuk mengenal produk Bung.

Bagi teman-teman di wilayah Bogor dan sekitarnya, hubungi kontak Gembel Cell seperti tertera di halaman daftar reseller, untuk mendapatkan produk Bung.

12 October 2015

Bung Varian Pinisi Resmi Diluncurkan

Hari ini (12/10/15) Bung secara resmi meluncurkan varian baru yang diberi nama Pinisi. Pinisi adalah pomade bervarian firm-heavy hold dan memiliki tingkat kilau rendah sampai sedang.

Seperti dua varian sebelumnya, kami tetap kekayaan khazanah ikon-ikon budaya Indonesia untuk menjadi nama setiap varian reguler Bung. Sebelumnya kami memakai nama Gurindam, dan Kretek.

Istilah Pinisi sendiri secara orisinal merujuk pada salah satu ikon kejayaan maritim Nusantara, sebuah jenis kapal laut yang dikembangkan orang-orang Bugis dan Makassar. Pada masa itu bangsa kita tengah menjadi salah satu kekuatan maritim terbesar di dunia.

Pinisi kami formulasikan dengan seksama untuk menunjukkan karakternya sendiri di samping dua varian kami yang lain. Semua produk kami berangkat dari prinsip kemudahan pemakaian dan kontrol yang baik dalam penataan. Begitu juga dengan Pinisi. Bukan hal yang mudah menghadirkan kedua hal ini dalam sebuah varian heavy yang didominasi kekerasan wax. Tapi sejauh ini kami puas dengan karakter performa yang dihadirkan oleh Pinisi.

Untuk produk baru ini, kami memilih kombinasi aroma peppermint dan lemon yang menghadirkan kesan segar dan ringan.

Semoga Pinisi mendapat tempat di hati para enthusiast pomade Indonesia.

17 August 2015

Bung di Jakarta Selatan

Pomade Bung memastikan diri untuk secara resmi hadir di 16 kota di Indonesia. Kepastian ini dihasilkan setelah tercapainya kerjasama antara pihak kami dengan Faz Pomade, selaku reseller resmi Bung di wilayah tersebut.

Kami berterima kasih kepada Ahfadh Fazlurrahman, selaku pemilik Faz Pomade, yang telah bersedia menjadi bagian dari keluarga besar Bung.

Kami berharap kerjasama ini bisa memudahkan para greaser di Jakarta dan sekitarnya pada umumnya, dan Jakarta Selatan khususnya, untuk mengenal produk kami.

Bagi teman-teman di wilayah Jakarta Selatan dan sekitarnya, hubungi kontak Faz Pomade seperti tertera di halaman daftar reseller, untuk mendapatkan produk Bung.

Bung di Depok

Dengan gembira kami mengumumkan bahwa Pomade Bung kini telah hadir secara resmi di Depok.

Kepastian ini diperoleh setelah kesepakatan yang terjadi antara Pomade Bung dengan Dikturpin Store selaku reseller resmi kami di kota tersebut.

Depok selama ini dikenal sebagai salah satu basis pomade enthusiast yang dinamis di Indonesia. Para greaser di kota tersebut tergabung dalam wadah Pendek (Pomade Enthusiast Kota Depok).

Kami berharap kehadiran Bung makin mewarnai geliat dunia pomade di kota tersebut.

Bagi teman-teman di Depok, silakan menghubungi kontak Dikturpin Store, seperti tertera di halaman daftar reseller, untuk berkenalan dengan produk kami.


07 August 2015

Bung di Padang

Bung secara resmi kini hadir di 14 kota di Indonesia. Kota terbaru yang memastikan diri menjadi bagian dari jejaring distribusi produk-produk kami adalah Padang, Sumatera Barat.

Kepastian hadirnya Bung di Padang terjadi setelah tercapai kerjasama dengan Bung Ihsan Muhammad, seorang greaser di Padang, untuk menjadi reseller kami. Kami berterima kasih kepada Bung Ihsan yang telah bersedia menjadi bagian dalam keluarga besar Bung,

Kami berharap kedatangan Bung di Padang mendapat sambutan hangat dari greaser setempat. Semoga produk kami bisa menjadi bagian dari sejarah perkembangan dunia pomade di Padang.

06 August 2015

Pomade Bung Kretek (Obrolan dengan Kawan Lama)

Ditulis oleh Arlian Buana, dipublikasi di situs Komunitas Kretek

“Banyak yang pada kaget tuh pas gua ngeluarin pomade varian Kretek. Apa-apaan tuh, pomade kok kretek? Ya gua bilang aja kalo pomade Bung bikinan gua emang pengen konsisten make ikon budaya Indonesia. Setelah Gurindam, gua ngeluarin Kretek,” katanya.

Lelaki itu masih dengan keriangannya yang sama dengan ketika kami sering nongkrong bareng bertahun-tahun lalu di sebuah warkop di depan kampus kami. Ia menerima saya di rumahnya di pelosok Bekasi yang jauh. Dari Ciputat, saya perlu waktu dua jam lebih naik sepeda motor untuk bertemu dengannya. Itu di tengah malam. Saya enggan membayangkan menempuh jarak itu di jam orang pergi atau pulang kerja. Olok-olok orang Jakarta sepertinya tidak berlebihan, Bekasi memang lebih jauh ketimbang Pluto.

Ia orang yang paling berjasa mengajari saya ngeblog. Ia yang menunjukkan kepada saya bahwa ngeblog pun bisa menghasilkan uang. Menjelang kelulusannya, ia menghabiskan ribuan dolar hasil ngeblog untuk melunasi semua kebutuhannya agar bisa diwisuda.

Ia yang secara tak langsung banyak mengajari saya menulis. Beberapa kali, saya memintanya memeriksa naskah yang saya buat, masukan darinya selalu sangat berguna, dan disampaikan dengan cara yang menyenangkan. Dan yang jauh lebih penting, ia yang terus menjaga semangat membaca saya. Dia selalu mengajak saya berlomba-lomba memburu buku-buku bagus, untuk kemudian saling pamer apa yang telah masing-masing kami baca.

Ia adalah penulis bola yang paling saya kagumi setelah Sindhunata, sebelum Zen RS. Ia sempat membangun sebuah portal sepakbola bernama sepakbolamania.com. Di situlah analisis-analisis kerennya tentang berbagai pertandingan dipublikasikan.

Tapi kini ia banting stir! Sepakbolamania sudah lama gulung tikar. Ia semakin jarang menulis. “Gua juga udah jarang baca sastra. Paling buku-buku bola, gua pesen di book depository,” katanya.

Tapi ia masih punya keriangan yang sama. Selera humor yang masih meluap-luap. Ia menerima saya dengan gembira, dengan guyonan-guyonan lama, dengan kue lebaran yang enak-enak, dengan kopi Jambi yang tak kalah enak.

Tapi ia kini banting stir! Ia sudah jarang menulis. Sekarang ia seorang pebisnis. Pengusaha pomade.

Tapi ia tidak kehilangan karakternya. Ia tidak kehilangan wawasan kebudayaannya. Ia tidak kehilangan apa-apa yang ia yakini benar. Ia tidak kehilangan kecintaannya terhadap Indonesia. Ini bukan sekadar bualan tahi kucing. Ia masih memegang prinsip yang sama. Sejak dulu, ia seorang Indonesia yang bangga. Bukan congkak. Ia menolak gagasan bahwa bangsanya inferior, ia selalu berkeyakinan bahwa menjadi Indonesia bukanlah menjadi medioker. Ia yakin seyakin-yakinnya, dan itu bukan sekadar omongan tahi babi.

“Indonesia tuh pasar pomade yang pertumbuhannya paling tinggi. Sayang banget kalo kebanyakan beli produk luar. Grup Indonesia Pomade Enthusiast itu grup pomade yang anggotanya paling banyak di dunia. Produsen-produsen luar sekarang pada ngemis reseller di sini,” ujarnya, ngakak.

“Bayangin, pernah ada tiga produsen rumahan di Houston kolaborasi. Mereka bikin produk limited edition. Cuma 300. 200-nya orang Indonesia yang beli,” katanya, ngakak lagi. Gila memang.  “Nah, yang kayak-kayak gini nih yang perlu dicerahkan.”

Maka dimulailah perjuangannya di bidang perpomade-an sejak akhir tahun 2014. Setelah setahun sebelumnya dia mencobai berbagai jenis pomade, juga membaca banyak buku tentang itu, dia nekat terjun ke dunia yang tiga tahun yang lalu sama sekali asing baginya.

Tapi ia pembelajar yang cepat, dan tangguh. Saya menyaksikan sendiri bagaimana ia pernah secara serius membaca segala tentang sepakbola dalam waktu relatif singkat lalu mulai menulis. Kini ia mendalami seluk-beluk pomade, saya sama sekali tidak ragu dengan kemampuannya melakukan berbagai studi, percobaan, dan penelitian.

“Kami mulai memikirkan tentang Bung pada akhir tahun 2014. Setelah hampir setahun mulai menggeluti dunia pomade dan mencicipi berbagai merk, baik lokal maupun internasional, kami berpikir untuk membuat produk sendiri.

“Setelah membaca berbagai referensi, ide tersebut mulai dikerjakan pada awal Februari 2015. Lewat riset kecil-kecilan di dapur sederhana, kami mencurahkan antusiasme, waktu, tenaga dan tentu modal, demi menemukan formula produk yang bekerja dengan baik,” tulisnya di blog PomadeBung.

“Berapa kali percobaan, Bang?” tanya saya.

“Ratusan ada kali,” jawabnya. “Rambut gua sempet rusak. Gua nyobain satu formula, jelek, langsung cuci rambut. Bikin baru lagi, gua cobain lagi. Gitu terus, bikin yang lain, cobain, sampe tiga bulanan. Pernah sehari gua harus cuci rambut sampe tiga kali. Kelinci percobaannya rambut gua sendiri.” Kali ini roman mukanya agak serius.

Saya jadi ingat Thomas Alva Edison. Sampai akhirnya berhasil menciptakan lampu penerang untuk peradaban manusia, Edison harus melalui sepuluh ribu lebih percobaann yang gagal. Tapi, kata Edison, “Saya tidak pernah gagal. Saya hanya menemukan 10.000 cara yang belum pas.”

Saya ingat pula Kolonel Harland Sanders. Yang konon pernah gagal 1009 kali sebelum resep ayam gorengnya benar-benar diterima orang, lalu laku dan menjadi legendaris. Dan yang paling dahsyat, saya ingat pernah membaca di suatu tempat bahwa serial Twilight pernah 14 kali ditolak penerbit. Yawlaaa, kok ya ada yang mau menerbitkan novel vampire alay begitu. Yawlaaa.

“Kenapa Schweinsteiger?” Saya coba alihkan pembicaraan, ia seorang pendukung Manchester United garis keras. Ia terlihat tenang, sama sekali tidak tergeragap mendengar pertanyaan yang tiba-tiba itu.

“Kehadirannya di lapangan tengah penting. Setelah Scholes, belum ada lagi yang bisa jadi bos di lapangan tengah Emyu,” katanya. “Justru gua heran sama orang-orang yang nanya kenapa Schweni.” Ia menghisap asap kreteknya dalam-dalam, menghembuskannya, kemudian terkekeh.

“Kenapa Bung?” Kembali ke pomade karyanya.

“Emang ada yang lebih bagus?” Giliran saya yang tertawa.

“Ada review bagus dari temen di Solo. Dia bilang, orang mbaca merk ini gak mungkin lemah-lesu. Orang mbacanya pasti pakai tanda seru. Gua suka reviewnya.”

“Ya iyalah. Orang jualan mah pasti seneng kalo dagangannya dipuji.”

Ia cekikikan.

Waktu subuh hampir tiba, dari masjid di dekat rumahnya terdengar suara speaker membangunkan warga.

“Tambah lagi kopinya, Ban,” katanya.

“Nanti aja, Bang. Terus itu Gurindam gimana ceritanya?”

“Gurindam itu pomade medium hold. Daya rekatnya sedang. Itu kan produk pertama. Gua pengen, semua tulisan di kemasan produk gua pake bahasa Indonesia. Makanya gua mikir, apa ya nama varian yang bagus. Akhirnya gua putusin pake ikon budaya aja. Yang pertama: Gurindam.”

“Respons orang-orang gimana?”

“Ya namanya produk baru, pasti kan banyak yang pengen tau. Itu kesempatan gua buat ngasih penjelasan. Pada nanya apaan Gurindam, ya gua jelasin ini nama varian. Gua juga jelasin pentingnya Gurindam buat Indonesia. Kalo gak ada Gurindam, gak bakal ada Bahasa Indonesia. Sambutannya lumayan.”

Saya manggut-manggut.

“Terus kalo yang Kretek, itu gimana ceritanya?”

“Gara-gara gua kesel sama orang, tuh. Jadi ada orang yang ngampanyain rokok elektrik. Dia ngejelek-njelekkin rokok. Gua bilang, jangan gitulah. Maksud gua, kalo lu kampanye pake pomade, gak perlu juga njelek-njelekin yang gak make pomade. Kalo lu ngampanyein faving, ya gak perlu bilang kretek itu jelek.”

“Apa sih enaknya faving? Kayak ngisep uap batu es.”

“Nah, itu lu njelek-njelekkin juga namanya.”

Saya nyengir kuda.

“Yaudah, kebetulan gua lagi nyari ide nama varian produk kedua, pomade light, gua pake aja nama Kretek.”

“Sambutannya gimana?”

“Gua ceritain fragmen Agus Salim yang ngisep kretek di Buckingham. Pada seneng banget sama cerita itu.”

“Terus, Bang?”

“Ada juga yang nanya emangnya Gurindam dan Kretek itu ikon budaya? Orang kan ngehnya ikon budaya yang mainstream, Borobudur, Ondel-ondel, Tari Kecak, gitu-gitu. Ya gua kasihtau: Gurindam itu warisan budaya yang emang udah banyak dilupain, padahal penting banget. Nah, kalo kretek, saking deketnya sama kita sehari-hari, malah gak dianggep budaya.”

Ia terdiam sebentar, mengambil bungkus kreteknya lantas menyalakan sebatang. Setelah dua hisapan, ia beranjak. “Bentar, gua ambilin pomadenya.”

Selang berapa menit, ia muncul dengan empat kaleng bulat. Saya langsung mengambil Bung: Kretek, membuka penutupnya, menghirup aromanya. Wangi cengkeh menguar di hidung saya. Aroma khas kretek.

Oh iya, hampir lupa, perkenalkan: namanya Ahmad Makki.

31 July 2015

Bung di Samarinda

Setelah Surabaya, Bung terus meluaskan jaringan distribusinya. Kali ini Bung memastikan kehadirannya di provinsi Kalimantan Timur, tepatnya di kota Samarinda. Di kota ini Bung menjalin kerjasama dengan Moodzy Store, sebagai reseller.

Moodzy Store selama ini dikenal sebagai penyedia kebutuhan grooming pria yang memiliki reputasi tinggi. Sukses dengan bisnis online, Moodzy Store kini membuka gerai fisik, yang beralamat di Jalan Pemuda 1 Samarinda, Kalimantan Timur.

Kami berterima kasih kepada Bung Hadlan Feriyanto, selaku pemilik Moodzy Store, yang telah memunginkan kerjasama ini.

Kami berharap produk-produk Bung bisa merebut hati para greaser Samarinda, dan ikut memberi warna pada perkembangan dunia pomade di kota tersebut.

26 July 2015

Bung di Surabaya

Bung kembali menambah jaringan distribusinya, kali ini di Kota Pahlawan, Surabaya. Di titik penting provinsi Jawa Timur ini, Bung bekerja sama dengan Mr. Retro.

Mr. Retro selama ini dikenal sebagai salah satu pemasok pomade internasional dan lokal berkualitas di Surabaya. Selain memiliki reputaasi tinggi, pomade store ini juga dikenal dengan pelayanan ramah. Sebuah kebanggaan bagi Bung bisa bekerja sama dengan pomade store ini.

Bung berterima kasih kepada Luqman Hakim selaku pemilik Mr. Retro yang sudah bersedia menjadi bagian dari keluarga besar Bung dan membantu peredaran produk-produk kami di Surabaya.

Surabaya sendiri selama ini dikenal sebagai salah kota yang punya banyak pomade enthusiast terkenal. Kami berharap kehadiran Bung di Surabaya mendapat sambutan baik dari penduduk setempat.

25 July 2015

Bung di Kendari

Bung kini hadir di 11 kota di Indonesia. Kendari menjadi kota terbaru yang menghadirkan produk-produk Bung secara resmi.

Kami berterima kasih kepada Arief Marco yang telah bersedia menjadi bagian dari keluarga besar kami, menjadi reseller Bung  di ibu kota provinsi Sulawesi Tenggara ini.

Kami berharap kehadiran Bung akan diterima dengan baik oleh kawan-kawan greaser di Kendari.

26 June 2015

Bung di Bali

Setelah Jakarta Barat dan Solo, Bung memastikan rantai distribusinya di Pulau Dewata, Bali. Dengan kepastian ini, Bung telah menggandeng 10 reseller di berbagai kota, hanya dalam waktu dua bulan.


Kami mengucapkan terima kasih kepada D. Prapta Wijaya yang telah bersedia bergabung bersama keluarga besar Bung, dengan menjadi reseller di Bali.

Besar harapan kami Bung bisa ikut mewarnai dan berkontribusi dalam perkembangan dunia pomade di Pulau Bali.

Untuk menghubungi reseller kami di kota masing-masing, sila kunjungi laman Daftar Reseller Bung.

24 June 2015

Bung di Jakarta Barat

Bung kembali menggandeng reseller baru. Kali ini kami bekerjasama dengen Bepe untuk mendistribusikan produk Bung di wilayah Jawa Barat.

Kami berterima kasih kepada Budi Purnomo, selaku pemilik Bepe, yang telah bersedia menjalin kerjasama dengan kami.

Selama ini Bung mendapat sambutan baik di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Dengan bergabungnya Bepe sebagai reseller, akan makin memudahkan penyebaran stok kami, terutama di wilayah Jakarta Barat.

23 June 2015

Bung di Solo

Bung menguatkan lini distribusinya di daerah Jawa Tengah. Setelah sebelumnya Semarang, Bung dipastikan akan hadir secara resmi di Solo.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Akbar Fauzi, yang bersedia menjalin kerjasama dengan kami, sebagai reseller Bung di Solo.

Kami berharap bisa mendapat tempat di hati para greaser Solo, dan ikut terus mendorong perkembangan dunia pomade di Solo.

Silakan kunjungi laman Daftar Reseller Bung untuk mengetahui reseller terdekat dari kota anda. 

Kretek! Varian Baru Bung Resmi Diluncurkan

Hari ini (23/6/15) Bung secara resmi melepas Kretek ke pasaran. Kretek adalah varian baru yang berada di level kekuatan light-medium light dan memiliki tingkat kilau yang tinggi.

Kami ingin tetap setia mengangkat kekayaan khazanah ikon-ikon budaya Indonesia untuk menamai setiap varian yang kami produksi. Jika sebelumnya kami memakai nama Gurindam, kali ini kami memberi nama Kretek.

Nama Kretek dipilih karena produk budaya ini telah berusia ratusan tahun dan berakar sangat kuat dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Kretek kami formulasi dengan teliti agar tidak sekadar menjadi pelengkap dari jajaran produk kami. Sejak awal kami menargetkan produk yang memiliki daya kontrol tinggi dan kelengketan yang cukup. Kami ingin varian light bukan lagi sekadar pelengkap, tapi juga bisa bersaing dengan varian medium dan heavy, yang umumnya lebih populer.

Untuk produk baru ini, kami memilih aroma daun cengkeh murni yang menghadirkan kesan kompleks, hangat, klasik, maskulin. Kami memakai minyak atsiri (essential oil) murni untuk Kretek.

Semoga Kretek mendapat tempat di hati para enthusiast pomade Indonesia.