Showing posts with label Review. Show all posts
Showing posts with label Review. Show all posts

08 March 2016

Review Jalak Harupat oleh Learoy Black

Kali ini saya ingin mengulas sebuah pomade limited edition hasil kolaborasi antara Rai Raka Store dan Pomade Bung asal Bekasi. Dalam bahasa Sunda, Jalak harupat merupakan sebuah sebutan untuk sejenis ayam jantan yang konon katanya adalah ayam yang kuat dan pemberani. Dan pomade ini merupakan tribut kepada Oto Iskandar Di Nata, seorang pahlawan nasional yang memiliki julukan sebagai Si Jalak Harupat. Nama ini juga digunakan oleh sebuah stadion olahraga yang berlokasi di Bandung.

Mari kita mulai ulasan ini!

Kemasan: Jalak Harupat ini datang dengan sebuah tas lidi khas Rajapolah Tasikmalaya. Pomade ini dikemas dengan kaleng metal slip on dengan label yang sangat special dibuat oleh Chandra Ginanjar. Dapat kita lihat artworknya
Bung Otto pada bagian tengahnya dan logo ayam jantan pada kedua sisinya. Pada bagian tengah tertulis Jalak Harupat dan tertulis juga "Sebuah kolaborasi patriotik untuk mengenang Oto Inskandar Di Nata oleh Rai Raka VS Bung"

Pada bagian belakang tertulis Oto Iskandar Di Nata dan deskripsi singkat mengenai dirinya.

Wangi: Pomade ini memiliki perpaduang wangi antara Patchouli dan Clove di hidung saya. Wangi yang maskulin dan hangat. Wanginya akan berubah menjadi subtle setelah pertengahan hari namun akan tetap tercium sampai pada malam hari. Wangi yang menurut saya sangat cocok untuk dipadu dengan parfum spicy ataupun warm.

Tekstur: Pomade ini memiliki tekstur yang
sedikit waxy dan tebal ketika dicolek namun sangat mudah diratakan. Dan dapat dirasakan pomade ini memiliki grip dan kelengketan yang pas.

Hari Pertama

Aplikasi: Saya menggunakan 3,5 colek pomade ini pada kondisi rambut sedikit basah dan bebas dari pomade. Pomade ini tergolong mudah untuk diaplikasikan ke rambut untuk ukuran medium heavy hold. Dapat dirasakan waxiness yang cukup kuat dipadu dengan kelengketan yang bagus sehingga pada saat proses penataan pun control yang didapatkan sangat bagus sehingga tidak memakan waktu menjadi sangat mudah. Hasil yang didapat pun slick dengan volume yang tergolong bagus dan shine yang bagus. Berikut adalah foto hasil pemakaian Jalak
Harupat.

Performa: Seperti biasanya saya memulai hari saya pada pukul 6 pagi dan langsung beraktifitas outdoor sampai sekitar pukul 9 pagi. Rambut pun tidak berubah banyak, ketika saya sampai di kantor
saya melakukan re-comb dan hasil yang didapatkan lebih bagus lagi. Proses re-comb pun sangat enak karena grip dan kelengketan yang diberikan membuat control pada penataan sangat mudah.

Saya melanjutkan aktifitas indoor sampai lepas kerja dan pomade ini tidak berubah sedikitpun. Amazing! Walaupun wanginya sudah berubah menjadi soft namun dapat dirasakan bahwa wangi maskulin itu masih ada. Saya melanjutkan aktifitas di rumah, mengurus anak dan sebagainya hingga pukul 9 malam. Ketika saya melihat dikaca pomade ini pun sudah menurun holdnya dan sedikit agak loose namun itu hal yang wajar karena sudah lebih dari 12 jam. Pomade ini pun tergolong ringan dan tidak terlalu berat
sehingga walaupun sudah beraktifitas panjang tidak merobohkan sisiran yang ada.

Hari Kedua

Build up: Jalak Harupat pomade bisa tergolong memiliki build up yang tipis. Tidak terlalu waxy namun masih tersisa sedikit greasiness yang pas.

Aplikasi: Pada hari kedua ini saya menambahkan 2,5 colek pada kondisi rambut yang sedikit saya basahkan. Perataan dan pemakaian diatas buildup pun sangat mudah menyatu, dapat saya
rasakan bahwa pomade ini lebih lengket lagi pada pemakaian hari kedua ini. Penataan pun tidak memakan waktu banyak dan hasil sisiran pun lebih memuaskan lagi pada hari kedua ini dikarenakan grip yang diberikan sangatlah awesome. Saya mendapatkan volume yang lumayan tinggi dan of course tetap slick!

Kesimpulan: Jalak Harupat Pomade hasil kolaborasi Rai Raka Store dan Pomade Bung merupakan pomade limited edition yang sangat bagus dari segi performa dan teksturnya. Pomade ini memiliki tingkat waxiness dan greasiness yang seimbang, hingga rambut tidak terasa berat. Tingkat kelengketan dan shine yang diberikan sangat memuaskan. Wangi yang diberikan pomade inipun sangat maskulin dan hangat. Perpaduan patchouli dan clovenya sangat asik. Jikalau teman - teman masih berkesempatan untuk mendapatkan pomade ini, saran saya buruan diserbu. A very nice pomade, indeed!

Sumber: http://www.learoy.blogspot.co.id/2016/03/jalak-harupat-pomade-review.html

03 November 2015

Review Pomade Bung: Pinisi - Heavy Hold, oleh Learoy Black


Halo semuanya kali ini saya ingin mengulas sebuah pomade lokal asal Bekasi yang dibesut oleh Ahmad Makki. Varian baru Heavy Hold yang diberi nama Pomade Bung Pinisi (Heavy Hold).

Kemasan: Pomade ini datang dengan kemasan slip on metal dengan ukuran 100 gram dan seperti varian Pomade Bung lainnya, pomade ini memiliki label yang simple dan classic feel. Hampir sama dengan varian sebelumnya, hanya berbeda di bagian varian yang tertulis Pinisi dengan logo perahu.

Wangi: Pomade ini memiliki wangi soft Peppermint Lemon, tercium wangi yang segar dan classic. Tidak akan bertabrakan dengan parfum atau cologne yang digunakan. Wangi pomade ini tidak terlalu overpowering dan
wanginya bertahan sampai menjelang sore hari.

Tekstur: Pinisi memiliki tekstur yang padat dan tebal namun mudah sekali dicolek. Dapat dirasakan waxiness pada saat diratakan ditangan dengan tingkat kelengketan yang tidak berlebih.


Hari Pertama

Aplikasi: Pada hari pertama, saya menggunakan 3 colek merata pada kondisi rambut sedikit basah dan bebas dari pomade. Pomade ini bisa dibilang waxy akan tetapi bagian paling mengejutkan adalah pada saat diaplikasikan tidak terasa jambakan yang berlebih atau brutal, malah saya dapat bilang bahwa pomade ini salah satu pomade heavy hold yang gampang diaplikasikan
dan mengingatkan saya dengan Shear Revival Music or Misery dalam hal pengaplikasian.

Satu hal lagi yang mengejutkan saya adalah ketika saya mulai menata rambut. Pomade ini memberikan control yang sangat bagus dan bisa tergolong ringan dan tidak berat seperti pomade heavy lainnya (Pomade heavy cenderung memiliki karakter yang berat karena berat dari wax atau minyaknya). Penataan pun tidak memakan waktu banyak dan pomade ini bisa tergolong cukup flexible dan tidak memberikan tataan rambut yang kaku karena tingkat waxiness yang tinggi. Slick and Tight!

Please note foto dibawah ini terlihat shiny karena saya memakai pomade ini pada kondisi rambut sedikit basah. Dan sebetulnya pomade ini
tergolong less shine.

Performa: Seperti biasanya saya memulai hari dari pukul 6 pagi dan melakukan aktifitas indoor. Pomade ini bekerja dengan sangat baik dan tidak berubah. Rambut bertahan sampai saya pulang kerja. Ketika sesampainya dirumah saya iseng melakukan recomb dan pomade ini sangat enak sekali untuk di re-comb. Saya suka sekali dengan kontrolnya tidak greasy walaupun sudah sampai sore dan masih terasa gripnya walaupun sedikit kering.


Hari Kedua

Build-Up: Pinisi bisa tergolong memiliki build up yang tipis sekitar 20-25% dengan karakter
build-up yang bersih, ringan dan sedikit kering. Akan tetapi ini saya percayai akan sangat membantu pada saat proses penataan nanti.

Aplikasi: Pada hari kedua saya hanya menggunakan 2.5 colek diatas build up dengan kondisi rambut yang sedikit basah. Pomade pun gampang diaplikasikan, tidak ada jambakan yang brutal walaupun build-up dari Pinisi sedikit kering. Saya tidak memakan waktu banyak untuk proses penataan dan dapat terlihat difoto bahwa saya dapat menyisir poni dengan tinggi namun tetap slick!

Performa: Seperti biasanya saya melakukan aktifitas indoor dengan suhu temperatur AC sampai disaat saya sedang menyelesaikan pengetikan ulasan ini. Tataan rambut saya tidak berubah semenjak pagi hari dan saya percaya bahwa pomade ini akan bekerja seperti hari sebelumnya.

Kesimpulan: Pomade Bung varian Pinisi merupakan pomade dengan daya hold Heavy dengan tingkat shine yang redup. Dua hal yang menonjol dari pomade ini yaitu pomade ini memiliki tingkat waxiness tinggi akan tetapi tidak terasa berat di kepala dan dengan tingkat kelengketan yang pas sehingga memberikan full control pada saat proses penataan. Pomade Heavy yang sangat cocok untuk digunakan untuk pemakaian harian. Nice pomade, Bung!

#musthavearmy

31 October 2015

Review Bung Varian Pinisi oleh Nicolaus Nanda

Being trusted by someone who you respect? Hemm, it feels thankful. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk saya mengulas Bung Pinisi.

Dikemas dalam kemasan slip on yang sedikit berbeda dengan pomade kebanyakan, bagian tengah tutup sedikit menonjol dari bagian samping, sementara bagian tengah bawah lebih cekung dari bagian samping.

Menggunakan cover sama seperti line up Bung yang lain dengan sedikit perbedaan berupa gambar kapal dan tulisan Pinisi yang berada di antara nama dan ingredients yang dipakai, berat bersih juga dituliskan pada bagian tutup, Sementara untuk bagian bawah terdapat peringatan, cara pakai dan asal pomade, semua ditulis dalan bahasa Indonesia dan stiker yang digunakan seperti dibakar pada bagian pinggirnya, Informatif, khas Indonesia dan terkesan vintage, ini keren, bahkan kalo saya bisa bilang, Keren banget!

Tanpa menggunakan pewarna, yang mana sekali lagi itu bagus, scent peppermint lemon langsung tercium halus ketika saya membukanya, dominan pepermint saat di awal sampai ke tahap pencolekan, namun setelah di rambut, wangi lemon tercium balance dengan wangi peppermintnya, wangi yang masih bisa diterima dan sepertinya memang tidak ada wangi yang mengecewakan dari semua line up Bung, Nice.

Tekstur lembut, namun terasa keset saat diratakan, feel-nya sama persis seperti Vechter Boyo batch lama, saat aplikasi, jambakan yang terasa masih terhitung wajar, begitu juga saat penyisiran. Semua masih wajar selayaknya pomade heavy kebanyakan.

Saya pakai 3 colek dalam kondisi rambut lembab dan full degrease, terasa heavy di rambut saya dengan shine yang mendekati low, kontrol rambut cukup baik.

Tatanan jelas tidak berubah saat seharian di indoor, saat perjalanan pulang dengan kondisi panas dan dibekap helm kurang lebih 1 jam, pomade ini menunjukkan kebolehannya, semakin smooth saat disisir setelah saya sampai rumah, kontrol rambut semakin bagus, namun shine semakin berkurang.

Setelah keramas build up terasa tipis sekali, mungkin hanya sekitar 15-20%, sehingga saya hanya melakukan finger combing, ini bagus untuk orang yang menginginkan pomade heavy yang mudah dicuci, namun untuk buid up lover seperti saya hal ini sangat disayangkan.

Yep, Bung Pinisi pomade bagus, scent yang asik dan bisa diterima kebanyakan orang, performa yang mumpuni, serta kemudahan pemakaian yang masih terhitung wajar untuk pomade heavy, hal yang disayangkan hanya build up yang tipis sehingga cukup boros dalam penggunaannya, namun jika anda menginginkan pomade heavy yang mudah dibersihkan, Bung Pinisi bisa jadi pilihan yang bagus.

Sekian dari saya, maaf sekali atas salah kata yang ada, sekali lagi terima kasih atas kepercayaan yang sudah diberikan kepada saya. Kerja bagus, Bung!
Besok weekend IPE

14 August 2015

Review Bung Varian Gurindam oleh @yulud83

By: @yulud83

This review is about @pomade.bung varian Gurindam. It is a Locally Brewed in Bekasi, Indonesia. It comes in 100gr Tin

Upon opening the tin, immediately a unique aroma can be smelled. For me it is leathery, and kind of remind me of the aroma once we entered the airplane or when we open our luggage from the airport. It is very unique and very interesting for me and strangely I love it. It remind me from my collage  time when I had to flew to other country, waiting in the airport and eager to flew back to my country just to meet my family. Well what can I say, spot on.. It has a thicker texture than the other Varian. I used around 2.5 scoops onto my hair. Spreading it over my hand and hair is fairly easy it has a good grip and waxy feeling. Has a good Medium shine in my hair and a good Medium Hold. Since this is my day off and I just need to take my son and my wife to a Shopping Mall I used a Messy Pomp Style, or I can say a Lazy Pomp style, LOL.. Thats why I used only a few scoops and restyle it is very easy since I only use my hand.

Overall this pomade is a very good Medium Hold Pomade with a Medium Shine. Have a unique and nice scent that bring some old memories.

Cheers... #PomadeBung #Pomade #PomadeIndo #OilBasedPomade #Pompadour #BarberIndo #Barber #Review #PomadeIndonesia #IndonesianPomadeEnthusiast #PomadeEnthusiast #IPE #PomadeSurabaya #PomadeReview #EverythingPomade #AddictedToPomade #Pomp #HairGrease #HairProduct #MensHair #HairStyle #Gentlemen #PomadeAddict #BarbersLife #SurabayaGreaserHeroes #FromIpeToTheWorld

11 July 2015

Review Bung varian Kretek oleh Azy Syahriyal Fauzi

Berkat review pakde Gigih Satriyo, saya memutuskan untuk berhenti mencari RC (Royal Crown -red) dan membeli pomade ini.
Bung pomade - Kretek.

Ini pomade light. Kalo anda menginginkan pomade yang matte shine atau hold yang kuat, lebih baik urungkan niat anda membeli pomade ini.

Scooping-nya super-duper mudah. Lebih mudah mencolek ini daripada Rubins Lite atau Buto Ijo yang berarti holdnya akan di bawah kedua pomade tersebut. Perataan di tangan mengingatkan saya akan superlight namun sedikit dipadatkan, tangan langsung terlihat becek!

Aplikasi dan penyisiran mudah. Tidak ada perlawanan sama sekali. Super smooth. Saya mencoba slickback dan hasilnya rapat. Diangkat sedikit dan membuat pomp pun hasilnya masih cukup bagus.

Mencium pomade ini ketika dalam wadah mengingatkan saya pada cengkeh yang biasanya ada di atas kue nastar ketika lebaran. Wanginya ringan, tidak menusuk.

Ketika selesai diaplikasikan, wanginya masih tercium. Samar samar saya mencium sedikit aroma mirip 234. Maskulin.

Scent, kelengketan dan shine pomade ini terasa pas. Secara keseluruhan, pomade ini bekerja dengan baik di rambut saya. Tingkat holdnya yang di bawah dua pomade light andalan saya, tidak jadi masalah ketika pomade ini dipakai sendiri atau bahkan tanpa build up.

Satu masukan buat mas brewer, mungkin bisa bikin kemasan yang lebih besar agar bisa memperpanjang masa bakti sang pomade. Hahaha.

Terima kasih.

09 July 2015

Review Pomade Bung Varian Kretek Oleh Gigih Satriyo

Selamat pagi. Semoga puasa batin lebih kuat dari puasa lahir kita. Ingin saya bagikan hari ini pengalaman saya menggunakan Pomade Bung.
Pomade ini telah berhasil membuat saya ingkar. Pernah suatu kali saya berjanji, bahwa apa pun terjadi, saya hanya akan membeli grease dalam jar saja, be it plastic or glass. Dan berhasil. Selama beberapa bulan, mungkin setengah tahun lebih. Semua berubah ketika saya melihat pomade ini...
Pomade dalam kaleng slip on standar dengan tampilan yang strikingly simple. Label kuning gading seakan termakan masa, dengan tulisan nama yang mau diakui atau tidak, akan terbaca (bahkan dalam hati sekalipun) dengan semangat yang manly, old school, dan firm: "BUNG". Saya yakin anda tidak bisa menyebut kata ini dengan lemah lesu. Terdapat informasi isi (100gr), material (petrolatum, coconut oil, microwax, beeswax, lanolin, essential oil - semua dalam bahasa Indonesia EYD yang baik dan benar), dan tulisan 'Kretek' penanda varian. Di baliknya, ada cara pakai, dan peringatan. Dan penanda kecil IRFANHORE, desain bagus, Mas M Irfan.
Sebagai pomade light, saya mengambil tanpa usaha sama sekali, so easy to scoop. Dan ketika diratakan, menjadi minyak yang bening dan melapisi seluruh permukaan telapak, karakter pomade light klasik semacam Dixie Peach dan Tres Flores. Saya semakin suka. Aroma kretek - bukan tobacco semacam Grandad's atau Whistle Pig - sangat terasa, saya ingat masa lalu saya bersama GG Filter, 234, dan Wismilak. Namun begitu, bukan aroma Djarum menurut saya. Aroma minyak atsiri cengkeh yang relatif kuat tapi tidak mengganggu.
Styling di rambut kusut basah, kembali sensasi Tres Flores Brilliantine datang. Mudah, licin, dengan waktu relatif lebih cepat dari biasanya dan sedikit residu di sisir dengan hasil sisiran saya dibelah pinggir seperti biasanya saja. 
Foto tengah kanan dan seterusnya adalah setelah recomb di kantor karena kena helm, dengan bantuan brush untuk melengketkan fender yang panjangnya nanggung. Part berpindah sedikit. Hasil tetap tertata memuaskan, adequately shiny, scent tetap halus tercium, aroma wangi jantan bangsa ini.
Saya tidak menyertakan recomb sore dan buildup karena hasil ini bertahan sampai jam makan siang pun sudah bagus, karena ini brilliantine di rambut kriting kusut.
Mas Ahmad Makki, marvelous, bahkan anda berhasil bikin saya ingkar janji.
‪#‎pomadeofindonesia‬

07 July 2015

Review Pomade Bung Varian Kretek oleh Learoy Black


Kali ini saya ingin memberikan sebuah ulasan pomade lokal varian baru asal Bekasi yang dibesut oleh Ahmad Makki. Pomade ini seperti varian Gurindam yang pernah saya ulas sebelumnya, memiliki ciri khas tersendiri karena keseluruhan labelnya menggunakan Bahasa Indonesia. Mari kita ulas Pomade Bung varian Kretek.

Kemasan
Pomade ini menggunakan kaleng slip on metal dengan ukuran 100 gram dan seperti saya sebut sebelumnya, pomade ini datang dengan label simple akan tetapi memiliki estetika yang eye-catching. Hampir sama dengan varian sebelumnya, hanya berbeda di bagian varian tertulis Kretek dengan logo kecil sebatang rokok yang sedang terbakar.

Wangi
Pomade ini memiliki wangi clove/cengkeh dengan sentuhan rempah lainnya (mungkin) selayaknya rokok kretek yang belum dibakar, dan dapat tercium wangi yang sangat hangat dan enak sekali. Maskulin! Akan tetapi sangat disayangkan wanginya tidak dapat bertahan sampai sore hari (tapi maklum soalnya essential oil)

Tekstur
Pomade Bung varian Kretek ini memiliki tekstur yang sangat lembut dan sedikit tebal, mudah sekali dicolek layaknya pomade light pada umumnya. Pada saat diratakan di tangan pomade ini akan melumer seperti layaknya mentega yang sudah mencair. Tekstur lembut namun memiliki daya kepekatan/kelengketan dan wax content yang cukup untuk tingkatan hold ini.



Hari Pertama
Aplikasi
Saya menggunakan 4 colek pomade ini pada kondisi rambut kering dan bebas dari pomade. Proses pengaplikasian sangat mudah dan smooth. Dapat pula dirasakan bahwa pomade ini memiliki kelengketan dan waxiness yang cukup, sehingga setiap kali saya meyisir rambut tetap pada tempatnya dan tidak loose. Kelebihan ini mengingatkan saya sekali dengan Shear Revival Elm Street yang memberikan full control pada saat penyisiran. Proses penyisiran dan styling dapat saya kerjakan sangat cepat dengan hasil yang memuaskan. Slick dengan shine medium pada saat awal pemakaian dan menjadi spektakuler saat sudah settled in.


Performa
Seperti biasanya saya memulai aktivitas pada pukul 6 pagi dan langsung melakukan kegiatan indoor pada kondisi ruangan full AC. Pomade ini bertahan dengan sangat baik dan tidak berubah sedikit pun karena kepekatan yang saya sebut sebelumnya. Pada saat rehat siang, saya melakukan re-comb, dan seperti perkiraan saya pomade ini sangat amat enak untuk di re-comb karena kelengketan yang diberikan, dan daya hold yang didukung oleh kelengketan tersebut memberikan full control.

Hasil re-comb pun bertahan sampai saat lepas kerja dan saya melakukan aktivitas sampai malam sekitar jam 10 mengurus anak, performa yang sangat memikau, apalagi untuk kategori light to medium hold ini. Saya tidak mencuci rambut pada malam ini karena saya ingin mencoba build-up yang dapat diberikan pomade ini.


Hari Kedua
Build up
Pomade ini memiliki build up yang sangat ringan, well balance antara greasiness dan waxiness. Build up yang sedikit pun tidak terasa berat atau pun lepek, walaupun dapat terlihat shine yang sangat bagus. Sekali lagi build up ini sangat mengingatkan saya dengan Elm Street. Nice!

Aplikasi
Dengan adanya build up yang cukup bagus, maka di hari ini saya hanya menggunakan dua colek untuk touch up. Pengaplikasian pomade ini berjalan dengan mulus, apalagi dengan adanya buildup pomade ini makin mendekati medium hold. Proses penataan lebih cepat dari hari pertama. Yang saya sangat sangat sukai dari pomade ini adalah tingkatan hold yang datang dari kepekatan itu sendiri. Hasil yang didapatkan sangatlah slick dengan shine yang luar biasa!


Wewangian tambahan
Pada hari ini karena saya harus bertemu dengan rekanan bisnis yang penting maka saya menambahkan penggunaan cologne dan pilihan saya jatuh pada O'douds Cologne Tobacco Rum. Blending yang luar biasa dapat diciptakan dari perpaduan kedua wangi ini karena memang dominan Clove dan Bay Rum (yang memang memiliki dasar base tone Clove) memberikan tone yang lebih dalam. Perfect match and mood booster!

Performa
Layaknya hari lain, saya memulai aktivitas pagi pada pukul 6 dan menjalankan sedikit aktivitas pada kondisi outdoor sampai dengan pukul 10;30 (bertemu dengan rekanan bisnis). Pomade ini bekerja dengan sangat bagus dengan tidak adanya hold yang menurun. Ketika sampai di kantor, rambut masih pada kondisi yang sama. Saya melakukan re-comb dan ya pomade ini tidak melembek seperti yang saya takutkan. Masih pekat dengan sisiran full control yang memudahkan proses re-comb.

Aktivitas pun berlanjut sampai dengan selepas kerja dan pulang ke rumah, rambut pun masih tetap bertahan dan tidak berubah banyak setelah saya melewati 8 jam sehabis re-comb. Amazing! Kembali pada hari ini saya tidak mencuci rambut karena penasaran sekali dengan hasil build-up keesokan harinya (jujur karena menurut saya asik sekali pomade ini)

Hari Ketiga
Build Up
Dengan adanya dua hari build-up yang saya dapatkan dari Pomade Bung: Kretek, dapat saya rasakan build-up yang tebal, greasy dan sedikit waxy akan tetapi weightless dan tidak lepek, menurut saya ini sangat luar biasa dan sangat bagus sekali untuk hasil build-up ukuran light to medium hold.

Aplikasi
Saya tidak aplikasikan pomade apapun dan hanya mengandalkan build up. Rambut saya tata dengan menggunakan bantuan air dingin (wet-comb) dan dapat dilihat hasilnya seperti di bawah ini.


Performa
Dikarenakan ini adalah hari sabtu (weekend) maka saya hanya melakukan aktivitas di rumah sampai pada siang hari saya keluar dari rumah untuk membeli beberapa keperluan rumah. Pomade ini menjadi sangat shiny dengan tingkat kepekatan yang tersisa.

Setelah itu saya pun tidak melakukan re-comb dan saya biarkan sampai pada malam hari. Pomade ini sudah mulai kehilangan holdnya, dan ini spektakuler mengingat saya tidak menambahkan pomade pada hari ini. Pada saat malam hari saya mencoba untuk mencuci pomade ini, dengan satu kali shampoo + kondisioner, pomade ini hampir 60% - 70% terlepas dari rambut.

Kesimpulan
Pomade Bung varian Kretek merupakan pomade light to medium hold yang sangat bagus. Seiring dengan pemakaian beberapa hari dapat dirasakan pomade ini memiliki tingkatan build up yang pas untuk styling di hari selanjutnya.

Pomade ini memiliki kelengketan yang bagus untuk ukuran light hold dan kelengketannya pun sangat membantu sekali pada saat proses penataan (memberikan hold yang lebih). Sangat mirip sekali dengan Shear Revival Elm Street hanya satu step tone down on wax alias ini lebih greasy.

Pomade Bung: Kretek dapat memberikan slickness yang luar biasa bagusnya dengan tingkatan shine yang diawali dengan medium dan akan berubah menjadi shiny dengan seiringnya waktu (apalagi di hari kedua behhhh). Saya sangat menganjurkan pomade ini bagi teman-teman yang ingin mencoba untuk memakai light hold karena pomade ini akan merubah persepsi kalian tentang pomade dengan tingkatan light hold. Dan bagi teman-teman pecinta Light Pomade, ini wajib kalian miliki!

Pomade ini akan sangat sering saya gunakan karena dalam tiga hari ini, pomade ini telah memberikan performa yang menakjubkan dan sekarang telah menjadi TOP 5 Pomade Light Hold Favorit saya!

#musthavearmy

30 May 2015

Review Bung oleh Andhana Arya (Brewer Cam's Pomade)

Sedikit ulasan mengenai Pomade Bung, (untuk kali ini gua lupa mengabadikan hasil sisirannya)

Pomade bernuansa Indonesia klasik yang dikemas dalam kaleng slip on warna silver.

Desain dan labelling-nya mendobrak tren homebrew lokal berbahasa asing dengan pemilihan merk, nama varian (Gurindam), keterangan pemakaian, berat dan juga daftar bahannya, semua berbahasa Indonesia. Keren ! Ya keren pake banget nget nget..di mana banyak pomade lokal menggunakan bahasa Inggris yang pas-pasan.

Kadang gua menjumpai brewer salah dalam pengejaan dan bahkan tagline-nya (entah bisa bahasa inggris beneran apa cuma ngandelin insting tanpa merujuk ke kamus). Credit to M Irfan utk desainnya.

Beralih ke pencolekan dan aplikasi, pomade medium hold ini dan nyaman dalam pencolekan. Begitu pun dalam hal penggunaannya, walau ada sedikit rasa jambakan tapi masih dalam tahap asik tidak mengganggu.

Performa, di rambut gua yang super tipis perhelainya pomade ini bertambah 'kekuatannya' menjadi medium to heavy hold, mengandalkan kelengketannya yang mantep dengan shine yang cukup.

Ketika gua ajak panas-panasan dan ke mesjid memang balik lagi ke medium dan serunya shine-nya bertambah! Cihuy gak tuh?

Hampir lupa, wanginya leather & pine (kulit dan pinus). Di hidung gua dominan leather-nya, yang mana bukan favorit gua. Untuk gua ini nilai minus, tapi ini selera loh ya. Wanginya cukup bertahan seharian sampai gua degrease pun masih ada.

22 May 2015

Pomade Bung Menjajal Iklim Amerika

19 Mei lalu jadi hari menyenangkan buat Bung. Salah satu reviewer terkenal Amerika, Cameron Alexander, menceritakan secara singkat pengalamannya memakai Bung, varian Gurindam. Posting ini bisa dilihat di grup pomade internasional, Everything Pomade.

Cameron mendapatkan produk kami lewat kebaikan salah satu reviewer terkenal Indonesia, Steven Lay, atau lebih dikenal dengan panggilan Learoy Black.

Sejak awal kami tak punya ekspektasi apa-apa, mengingat begitu berbedanya iklim Indonesia dengan Amerika. Kami sudah cukup senang melihat bagaimana pomade kami bekerja di negara dengan iklim berbeda.

Hasilnya, seperti sudah kami duga, secara singkat bisa dilihat pada foto. Gurindam yang di iklim tropis Indonesia memiliki daya cengkram medium, naik menjadi medium-heavy di rambut Cameron, dan tak menghasilkan kilau. Cameron mengatakan ia menyukai kombinasi aroma pinus dan kulit dari Gurindam, yang ditangkapnya sebagai aroma cool water.

Pengalaman perubahan performa karena pengaruh iklim sebelumnya sudah terjadi pada beberapa pomade Indonesia yang dipakai di Amerika. Karena suhu yang lebih dingin, kandungan wax dan minyak akan lebih mengeras. Efeknya, daya rekat bertambah dan kilau akan berkurang.

Ada kejadian cukup menarik dan jenaka. Nama Bung sempat dijadikan candaan para anggota grup yang berasal dari Amerika dan sekitarnya, karena maknanya dalam bahasa Inggris.

Sebisa mungkin kami menjelaskan bahwa istilah "Bung" kami angkat dari bahasa Indonesia, kurang lebih seperti kami sudah jelaskan di laman Ikhwal. Ditekankan juga bahwa kami tak keberatan mereka membuat candaan dari istilah "Bung", karena memang bahasa dan makna yang berbeda. Bagaimana pun, kami bangga menggunakan bahasa Indonesia dalam label produk Bung.

Semoga pengalaman ini bisa jadi catatan berharga buat kami, dan menjadi langkah awal dari meluasnya distribusi produk Bung. Segala yang disampaikan Cameron akan menjadi catatan kami untuk bahan perbaikan.

29 April 2015

Review varian Gurindam oleh Riza Furqoni*

Tumben-tumbenan nih gua ripiu agak panjangan hahaha. Ini merupkan pomade yang baru aja pomade yang baru aja dirilis minggu lalu, pomade ini buatan dari bekasi tepatnya desa BAHAGIA. Varian yang gua review kali ini adalah Gurindam yang menurut sang brewer ini adalaha varian Mediumnya. Btw, review ini atas dasar 2 hari pemakaian.

Tampilan
Pomade ini menggunakan tin slip on berwarna hitam, dan design bagian depan dengan latar belakang coklat keruh kaya kertas yang udah lama, dibagian sampingnya diberikan efek robek (bukan, bukan nandain kalo itu rare atau langkah) untuk menambah kesan vintagenya. Dibagian atas terdapat tulisan Pomade dan bagian tengah “BUNG” diapit sama kaya motif batik (kalih) dan dibawahnya terdapat gambar pena dan tempat tintanya dan tulisan Gurindam. Oh ya, di bagian depan juga terdapat bahan2 yang digunakan, dan menggunakan bahasa indonesia. Lalu di bagian belakang terdapat cara pakai dan Peringatan.

Wangi
Pertama kali nyium wanginya terasa familiar, tapi lupa wangi apa hahaha. Gua ga terlalu bisa mendeskripsakan wanginya yang gua tangkap di hidung gua itu ada aroma woody setelah dicolek dan diratakan terdapat hint kulit yg ga begitu kuat. Gua suka wanginya.

Tekstur dan Aplikasi
Warna pomade ini itu putih2 pucet. Dan permukaan pomade ini ga begitu keras, pencolekan awal berasa waxy di permukaan tapi pencolekan kedua dan selanjutnya gua mendapatkan pencolekan yg cukup lembut dan cukup solid. Kelengketannya pas ga kurang dan ga berlebih. Sewaktu perataan di tangan awalnya gua kira ini bakalan greasy ternyata agak keset. Perataan dirambut agak sedikit menjambak, dan sewaktu penyisiran awal itu juga agak ada “perlawanan” tapi setelah itu penyisiran jd lebih mudah.

Hari Pertama
Di hari pertama pemakaian pomade ini rambut gua full degrease, Kegiatan gua di hari pertama pemakaian pomade ini semi indoor, gua make 3 colek, 1 colek gua itu 1 ruas jari telunjuk dan dalam keadan rambut kering. Gua aplikasikan pomade ke rambut gua di kantor dan ruangannya ber-AC, fyi aja sih. Seperti yg gua bilang di bagian Tekstur dan aplikasi, pomade ini agak keset dan aplikasi ke rambut agak keset. Styling rambut ga begitu lama, gua mendapatkan ketinggian yg lumayan dan rapat (lupa foto pas awal pemakaian) dan shine yg gua dapet kurang untuk ukuran medium. setelah 20-30 menit di ruangan ber-ac pomade sudah settle di rambut. Agak siang gua harus keluar dan pake helm. Gua diluar selama kurang lebih 1 jam, selepas pake helm rambut berasa greasy, gua re-comb setelah 15 menit lepas helm dan daya hold yg gua dapet ga kaya pemakaian awal daya hold berkurang tapi shinenya nambah. Sekitar jam 8an balik kerumah, rambut ketimpa helm lagi. Sampe rumah gua coba recomb dan hasilnya daya hold turun, shine bertambah, gua ga dapat sisiran yg rapet.

Hari Kedua
Pagi harinya gua keramas, dan build up yg gua dapat dari pomade ini ga begitu banyak Cuma terasa greasy aja di rambut. Kali ini gua nyoba aplikasikan pomade ini rambut dalam keadaan lembab. Wow. Cukup ngejambak, agak jd susah ngeratain di rambut, dan terjadi flaking frown emoticon gua tata rambut gua, enaknya pomade ini disaat penyisiran, rambut mudah ditata. Kegiatan hari di hari kedua full indoor. Hasil penyisiran kali ini gua dapet hasil yg cukup memuaskan, tapi sayang bagian tengah spliting gegara kesenggol krn kegiatan full indoor rambut gua tetap berada ditempatnya dan pada sore hari gua coba untuk recomb, daya hold hanya berkurang sedikit. Sekitar jam setengah 9an gua balik, rambut ketimpa helm. Setelah 15 menit sampe rumah, gua recomb dan hasilnya memuaskan dibanding dengan pemakaian awal di hari kedua, shine dapet, daya hold cukup tp masih nongol dikit flakkingnya.

Kesimpulan
Untuk ukuran pomade medium, daya holdnya cukup baik dan kontrol untuk styling cukup asik apalagi kalo udah settle (ini yg gua suka, pomade ini ga perlu waktu lama untuk settle). Disarankan kalo pake di rambut yg lembab scoopingnya dikit2 aja dan ratainnya kudu bener2 rata supaya ga terjadi flaking. Pomade gurindam ini menurut gua pribadi cukup waxy dan feel greasynya kurang. Pomade ini sangat gua rekomendasikan untuk kalian yg suka pomade medium yg agak waxy. Sekian reviwnya, apabila ada salah2 kata mohon dikoreksi, sekian dan terima gaji.





*: Review ini dipublikasi di grup Indonesian Pomade Enthusiast (IPE). Kami tak bisa mencantumkan link-nya karena grup berstatus rahasia.

Review Pomade Bung: Gurindam oleh Learoy Black

Pomade Bung: Gurindam - Medium Hold Review (Indonesian Language)

Kali ini saya ingin memberikan ulasan sebuah pomade lokal asal Bekasi yang dibuat oleh seorang sahabat yang saya kenal bernama Ahmad Makki. Pomade ini memiliki ciri khas tersendiri karena keseluruhan packagingnya menggunakan Bahasa Indonesia. Pomade Bung varian Gurindam (Medium Hold).


Mari kita mulai ulasan ini!

Wangi: Pomade ini memiliki wangi floral dengan based note leather dan pinus yang dominan. Wangi yang maskulin dan sekaligus memberikan kesan segar.

Tekstur: Pomade varian Gurindam ini memiliki tekstur yang tebal dan lembut sehingga pencolekanpun amat mudah.

Saya akan mengulas pomade ini dengan dua hari pemakaian

Hari Pertama:

Aplikasi: Seperti biasanya saya memulai aktifitas pada pukul 6 pagi. Saya menggunakan 4 colek pomade ini pada kondisi rambut bebas pomade dan kondisi setengah basah. Pada saat mengaplikasikan pomade ini, dapat dirasakan sedikit kesat akan tetapi tidak menjambak. Dan saya berpikir mungkin pomade ini akan susah disisir, akan tetapi saya SALAH. Setelah mengaplikasikan pomade, saya tidaklah langsung menyisirnya dikarenakan ada sedikit aktifitas mendadak yang harus saya kerjakan selama kurang lebih 15 menit.

Ketika balik di depan kaca untuk menyisir, saya dikagetkan karena pomade ini setelah "settled in" tekstur keringnya pun mulai hilang dan dapat dilihat memiliki shine yang cukup bagus. Ketika saya sisir pun, pomade ini memiliki control yang sangat bagus dan kelengketan yg pas sehingga mudah untuk penataan. Saya hanya memerlukan waktu yang sedikit. Dan hasil sisiran pun sangat slick. Berikut adalah foto hasil pemakaian Pomade Bung.


Performa: Di hari ini saya melakukan kegiatan indoor dari pagi hari sampai lepas kerja. Yang saya sukai dari pomade ini adalah konsistensi yang diberikan. Dan seperti yang saya bilang sebelumnya pomade ini bekerja sangat baik ketika sudah "settled in" di rambut apalagi setelah pomade ini bersatu dengan tingkat temperatur pada kepala. Wanginya pun mulai menjadi soft dan aroma leatherpun makin terasa pada saat rehat siang. Dan ketika saya iseng melakukan re-comb, Pomade ini pun memberikan tingkat kontrol yang baik dan menyisirpun sangat mudah.

Hari sayapun cukup panjang karena aktifitas yang cukup jenuh diakhir bulan. Ketika saya sampai rumah sekitar pukul 10 malam, rambut pun sudah berkurang holdnya (wajar sudah malam) dan saya tidak mencuci rambut karena saya penasaran dengan "build-up" dari pomade ini.

Hari Kedua:

Build up: Build up yang di dapatkan cukup baik dan tidak terlalu greasy. Walaupun tingkatan hold sudah mulai menurun tapi itu wajar.

Aplikasi: Saya memulai hari seperti biasanya pada pukul 6 pagi dan hari ini saya hanya menggunakan 3 colek pada kondisi rambut yang saya basahkan sedikit. Perataan serta pemakaian pun cukup mudah walaupun sedikit kesat, tetapi dengan adanya sedikit "residue greasiness" dan minyak alami dari rambut yang tersisa maka sangat membantu sekali.

Dan dengan pengalaman kemarin, setelah saya selesai mengaplikasikan pomade, saya tidaklah langsung menatanya dan saya biarkan "settled in" terlebih dahulu sekitar 10 menit di hari ini. Dan memang betul seperti dugaan saya, pomade ini akan bekerja lebih maksimal untuk penataan ketika pomade ini sudah "settled in" dan menyatu dengan "build up" yang tersisa. Penataan tidak memakan waktu dan hasil yang saya dapatkan adalah sisiran yang lebih tinggi dan tetap slick di hari ini. Memuaskan.


Performa: Untuk kegiatan hari ini, saya melakukan aktifitas indoor sampai menjelang siang hari di saat saya menyelesaikan ulasan ini. Rambut tataan dari pagi pun tidak berubah banyak dan di hari ini saya tidak melakukan re-comb karena saya tidak banyak bergerak hanya di depan komputer. Rambutpun masih tetap slick dengan tingkat kelengketan yang pas.

Kesimpulan: Pomade Bung varian Gurindam merupakan pomade dengan daya hold medium mentok dengan tingkat shine yang bagus (tidak redup). Pomade ini memiliki tingkat waxiness dan greasiness yang cukup seimbang dipadu dengan tingkat kelengketan yang pas sehingga memberikan control yang bagus untuk proses penataan (apalagi kalau sudah "settled in"). Wangi yang diberikan pomade ini juga sangat harum dan cocok sekali untuk pemakaian sehari - hari. Well Done, Bung!

#musthavearmy #supportlocalbrewer

28 April 2015

Review Bung Varian Gurindam oleh Iwan Setiadi

Iwan Setiadi memakai varian Gurindam
Permisi Bung Pomade

Ijinkanlah saya untuk menulis di wall ini.

Hari ini saya memakai Bung Pomade mulai dari jam 1 Siang sebanyak 3 scoop. Untuk pencolekan, saya ga nyangka banget kalo secara kasat mata pomade ini terlihat keras, tapi pada kenyataannya adalah LEMBUT banget dan asyik banget.

Pas perataan di tangan, sama sekali tidak ada suatu kesulitan yg saya alami. Pomade ini langsung hilang saat di gosok di tangan saya.

Dan sekali lagi saya di kagetkan oleh pomade ini, karena proses pengaplikasian di rambut sangat mudah dan tidak ada adegan jambak menjambak.

Hold nya juga oke, meskipun ini pomade medium. Untuk scent-nya pun kalem banget menurut saya (woody-leather kalo ga salah).

Kegiatan Setelah Memakai Bung Pomade:
kebetulan dari siang sampai magrib saya beraktifitas di luar ruangan dan sempet memakai motor (tapi ga pake helm) tapi posisi rambut ga terlalu goyang, padahal saya pake Nin** 250cc kec 60km/h.
Dan sempet maen billyard selama 1 jam, dan posisi rambut ane masih bisa tertata rapi. Setelah pulang saya coba recomb karena terkena gerimis rambut saya. Dan alhasil rambut saya bisa rapi seperti sediakala. Meskipun udah terkena gerimis, tp saya masih sedikit bisa nyium scent dari Bung Pomade ini.

Overall: Bung Pomade sangat asyik untuk dipake dan diaplikasikan ke rambut. Sangat Recomended banget untuk dipake sehari-hari.

Mungkin hanya itu saja yg bisa saya tulis. Maaf klo susunan kalimat dan bahasa yg saya pake acak kadut ga jelas

NB: Saya bakal Tunggu Untuk Variant Heavy & Light nya dari Bung Pomade

Sumber: Review di halaman facebook Bung

27 April 2015

Review Pertama Untuk Bung

Bung di rambut Catur
Hari Minggu (26/4/15), Bung mendapat review copy-paste review singkat yang diunggah di grup facebook Indonesian Pomade Enthusiast (IPE):
pertama dari seorang pengguna varian Gurindam, Catur Novianto. Berikut kami copy-paste review yang dipublikasi di grup facebook Indonesian Pomade Enthusiast (IPE).

Hola IPE,
Hari ini ane akan mereview Pomade "Bung" kreasi Bung Ahmad Maki 😎
Tampak samping
Kondisi rambut sebelum aplikasi Full degrease selama 4 Hari
Pullback!
(sedang mengistirahatkan rambut) & agak lembab sesaat sebelum ane memainkan si Bung
Saat dicolek, Si Bung terasa sangat lembut & kejantanannya tetap terasa saat tercium wangi maskulin si Bung (awal memang agak menusuk, tetapi lama kelamaan saya terjatuh dalam godaannya)
Saat perataan & pengaplikasian di rambut, terasa si Bung sangat jinak menyetubuhi tanpa ampun sedikitpun begitupula saat penyisiran & pengaturan rambut, si Bung tidak terasa menjambak sang mahkota
Demikian pendapat ane pribadi saat memainkan si Bung, mohon maaf jika ada kata-kata yang tak berkenan.

Terima kasih Bung Catur untuk review dan dukungannya kepada kami.